Sekali lagi, Blizzard menghibur penggemar Diablo IV dengan video di balik layar lainnya yang mendokumentasikan musik untuk Diablo IV: Lord of Hatred. Dengan tagline, "Ternyata Neraka yang Membara memiliki akustik yang luar biasa", mereka mengungkapkan bagaimana mereka merancang soundtrack untuk petualangan gelap melalui dunia game Sanctuary.
Untuk komunitas action-RPG Indonesia yang telah menghabiskan ratusan jam menumpuk loot di Diablo IV, musik dalam game ini sama pentingnya dengan aspek lain dari permainan. Soundtrack Lord of Hatred dari game ini berdurasi lebih dari 2,5 jam dan berisi 32 lagu yang kini telah dirilis di semua layanan streaming utama. Video di balik layar ini akan membantu penggemar menghargai kerajinan yang terlibat dalam pembuatan soundtrack. Mari kita mulai.
Apa Itu Diablo IV: Lord of Hatred?

Franchise aksi-RPG hack-and-slash legendaris Blizzard Entertainment kembali dengan ekspansi terbaru, Diablo IV: Lord of Hatred. Ekspansi ini menawarkan konten baru bagi pemain untuk mengakses Vessel of Hatred, kelas baru, dan cara baru untuk menjelajahi Sanctuary. Ini terus menambahkan tantangan dan cerita ke dalam alam semesta Diablo IV yang berkembang.
Namun, kali ini, pujian terhadap gameplay bergeser ke soundtrack. Blizzard merilis video di balik layar pembuatan Soundtrack Lord of Hatred. Video ini menampilkan proses pembuatan soundtrack khas Diablo dengan melodi gelap dan menghantui yang diciptakan oleh komposer dan musisi berbakat.
Game Diablo IV awalnya dirilis pada 6 Juni 2023, dan tersedia di beberapa platform seperti PC (Steam dan Battle.net), PlayStation 4 & 5, dan Xbox One & Series X|S. Memiliki basis pemain yang besar dan komunitas pemain yang solid di Indonesia. Sangat dinantikan untuk rilis konten baru, dan tentu saja soundtrack-nya.
Behind-the-Scenes Soundtrack — Apa yang Dibagikan Blizzard
Blizzard merilis video di balik layar baru yang menampilkan komposisi soundtrack Lord of Hatred, bersama wawancara dengan beberapa pengembang kunci dalam video tersebut. Penonton video belajar bagaimana setiap nada dan harmoni individu berkontribusi menciptakan suasana menyeramkan dari alam semesta Diablo. Frasa, “Ternyata Neraka Membakar memiliki akustik yang luar biasa!” menunjukkan pendekatan yang ceria tetapi serius terhadap kualitas audio.
Video ini menampilkan tim produksi yang menyatakan filosofi mereka tentang cara mengintegrasikan komposisi orkestra dengan elemen gelap yang halus untuk mencocokkan tema Hatred yang menjadi pusat ekspansi. Setiap trek dirancang untuk menekankan adegan penting dalam permainan video - pertempuran hebat dengan bos dan scene yang tenang tetapi tegang saat menjelajah dungeon.
Video di balik layar seperti ini semakin diminati oleh komunitas game modern. Penggemar Diablo IV di Indonesia menghargai video ini karena Blizzard menunjukkan seberapa serius mereka terhadap soundtrack permainan mereka dan seberapa besar mereka menghargai penggemar mereka.
Komposer Ted Reedy + Ryan Amon
Lord of Hatred, Soundtrack Diablo IV, menampilkan dua komposer terkenal: Ted Reedy dan Ryan Amon. Komposer Senior Ted Reedy berpartisipasi dalam video di balik layar, di mana dia membahas proses kreatifnya. Mereka menciptakan soundtrack yang, meskipun beragam, tetap bersatu dalam mewakili sifat gelap dari dunia Sanctuary.
Selain dua komposer utama, ada tim yang jauh lebih besar yang terlibat dalam produksi musik. Produser Audio Utama Charlotte Pyle, Direktur Musik Derek Duke, dan Desainer Naratif Utama Matt Burns juga memberikan kontribusi besar. Kehadiran desainer naratif dalam diskusi musik menunjukkan betapa pentingnya musik bagi cerita dalam Diablo IV.
Kualitas produksi Blizzard yang luar biasa ditunjukkan dalam kolaborasi lintas disiplin ini. Bagi musisi dan komposer Indonesia, tingkat kolaborasi ini menawarkan gambaran yang jelas tentang cakupan dan profesionalisme yang dibutuhkan untuk memproduksi soundtrack game AAA, terutama dalam industri audio game. Ini juga bukti bahwa musik video game adalah seni yang serius yang layak dipertimbangkan.
32 Lagu, 2.5 Jam — Detail Soundtrack
Original Soundtrack Diablo IV: Lord of Hatred dipenuhi dengan musik yang luar biasa dalam bentuk 32 lagu. Koleksi lagu ini berdurasi lebih dari 2,5 jam dan tersedia di berbagai platform streaming. Sekarang, penggemar fanatik waralaba Diablo dapat mendengarkan musik saat bermain game, di berbagai kesempatan, atau bahkan saat mereka keluar dari game. Koleksi ini begitu besar sehingga dapat dianggap sebagai salah satu soundtrack terbaik dari game yang dapat dinikmati seperti album biasa.
32 lagu dalam koleksi ini menangkap berbagai emosi dari dunia gelap Sanctuary. Ada lagu yang memikat cukup untuk membantu Anda berkonsentrasi sementara lagu lain akan meningkatkan detak jantung dan fokus untuk pertempuran. Setiap lagu dirancang untuk membantu Anda menikmati dunia gelap Lord of Hatred dan pasti akan membantu Anda merasakan emosi dari dunia tersebut.
Soundtrack ini tersedia di Indonesia dan bahkan lebih baik karena pemain Indonesia dapat mendengarkan Lord of Hatred tanpa harus membeli CD impor. Seperti banyak soundtrack lainnya, sangat disarankan untuk digunakan saat belajar, bekerja, atau untuk mendengarkan secara santai. Soundtrack ini 놓쳐서는 안될 사운드트랙.
Rekaman di Ocean Way Nashville + AIR Studios London
Ketika berbicara tentang produksi soundtrack Lord of Hatred, satu detail yang paling menonjol adalah lokasi tempat rekaman soundtrack tersebut. Rekaman soundtrack berlangsung di dua studio terbaik di dunia, Ocean Way Studios di Nashville dan AIR Studios di London. Kedua studio ini memiliki reputasi yang sangat baik dalam industri film dan musik dan sering digunakan dalam produksi soundtrack berskala besar.
Secara khusus, AIR Studios di London dikenal sebagai salah satu studio rekaman orkestra terbaik, jika bukan yang terbaik, dan didirikan oleh produser terkenal, George Martin. Banyak rekaman soundtrack film yang juga direkam di sana. Pemilihan studio dengan tingkat kualitas setinggi ini untuk pembuatan soundtrack Diablo IV: Lord of Hatred menunjukkan bahwa Blizzard menargetkan kualitas tertinggi dalam hal audio, dan menganggap soundtrack video game setara dengan soundtrack film Hollywood.
Kedalaman dan kehangatan audio dari studio ini sangat sulit direproduksi secara digital, dan juga akan diperhatikan oleh pendengar mana pun, termasuk audiophile dan penggemar musik orkestra, yang berada di Indonesia. Investasi dalam fasilitas rekaman berkualitas ini adalah salah satu dari banyak alasan mengapa soundtrack Diablo terdengar sangat megah dan sinematik.
London Voices Choir + Konduktor Ben Parry
Yang membuat soundtrack Lord of Hatred hebat adalah paduan suara London Voices yang dikomandoi oleh Ben Parry. Paduan suara ini adalah salah satu yang terkemuka di dunia dan telah tampil dalam banyak soundtrack film dan video game terkenal. Kehadiran mereka menambahkan kehadiran yang etereal dan menghantui pada soundtrack Diablo IV.
Dalam permainan fantasi gelap seperti Diablo, sebuah paduan suara bukan sekadar pemikiran sesaat. Meskipun ada banyak instrumen hebat yang dapat melengkapi paduan suara, mereka tidak menciptakan kedalaman emosional yang dapat diberikan oleh paduan suara. Soundtrack Lord of Hatred mewakili tema keagamaan, kosmik, dan kebencian dari permainan tersebut, dan paduan suara memperkuat tema-tema tersebut. Jelas bahwa Parry berusaha menonjolkan semua nuansa dalam paduan suara.
Bagi pendengar musik orkestra dan paduan suara di Indonesia, paduan suara London Voices sudah cukup untuk membuat mereka bersemangat. Tingkat kualitas vokal tersebut biasanya ditemukan dalam musik film dan ruang konser. Fakta bahwa soundtrack game, yang bisa diputar kapan saja, menampilkan Paduan Suara London Voices adalah alasan untuk mengapresiasi pengembangnya. Itu juga menunjukkan bahwa soundtrack video game kini menjadi bentuk seni.
Lord of Hatred Expansion — Vessel of Hatred + 2 Class Baru
Ekspansi Diablo IV: Lord of Hatred menambahkan banyak hal di luar musik. Sebuah babak cerita baru dan mekanika permainan baru tersedia dengan ekspansi Lord of Hatred. Pemain akan dapat menjelajahi wilayah baru dan menghadapi musuh baru di dunia Sanctuary.
Dua kelas baru dari franchise Diablo adalah salah satu sorotan utama. Masing-masing kelas baru memiliki mekanika unik sendiri dan mengubah cara pemain mendekati skenario pertempuran tertentu. Ini memberikan peluang untuk mengembangkan strategi baru baik untuk pemain baru maupun yang kembali.
Konten baru ini menambah grind tak berujung dari sistem akhir permainan yang berkembang. Bagi komunitas Indonesia yang fokus pada build dan min-maxing, Lord of Hatred akan menambah strategi segar dan loot yang lebih baik! Dan dengan lebih dari sekadar musik dan skor yang imersif, Lord of Hatred terasa lengkap.
Diablo IV — Konteks Action-RPG Blizzard
Diablo IV adalah babak baru dalam cerita yang dimulai oleh Blizzard Entertainment pada tahun 1996. Dengan setiap installment, Blizzard telah menetapkan standar untuk seluruh waralaba dengan dunia fantasi gelap yang imersif sebagai ciri khasnya, dengan Diablo mendefinisikan genre tersebut, berkat pertempuran waktu nyata, koleksi loot yang luas, dan dunia fantasi gelap yang memikat. Diablo IV membawa warisan ini dengan menyediakan lingkungan dunia terbuka yang lebih besar serta sistem perkembangan karakter yang lebih baik.
Gameplay inti dari Diablo IV berputar di sekitar siklus permainan yang adiktif berupa mengalahkan banyak musuh, mendapatkan loot, naik level, dan mengulangi proses tersebut untuk tantangan yang lebih besar. Siklus permainan ini adalah hal yang membuat orang terus kembali, dan membangun pengikut yang setia yang mengakibatkan orang bermain selama ratusan, bahkan ribuan, jam. Dengan penambahan sistem musiman dan konten endgame lainnya, orang akan selalu memiliki sesuatu untuk dikerjakan, dan menjaga arus pemain yang stabil.
Di Indonesia, Diablo telah memiliki basis penggemar yang mapan, seperti halnya banyak ARPG pesaingnya. Komunitas hack-and-slash, yang juga mencakup game seperti Path of Exile dan Last Epoch, sangat aktif, berkolaborasi untuk berbagi build, strategi farming, dan membahas meta saat ini. Karena alasan ini, bersama dengan dukungan konten yang berkelanjutan, seperti ekspansi dan trek audio berkualitas tinggi dari Blizzard, Diablo IV adalah ARPG teratas di mata pemain Indonesia.
Untuk Pemain Indonesia — Streaming OST + ARPG Community
Berdasarkan soundtrack Diablo IV: Lord of Hatred, pemain Indonesia memiliki dua cara untuk menikmatinya. Pertama, sebagai komponen musik dari pengalaman bermain game sebenarnya, musik yang meningkatkan setiap momen grinding dan pertarungan. Kedua, sebagai album streaming mandiri yang dapat dinikmati terlepas dari permainan. Dengan 32 lagu di Apple Music dan Spotify, OST game ini juga bagus sebagai musik latar untuk hal lain.
Komunitas ARPG Indonesia sangat aktif, dan mereka juga menghargai detail seperti soundtrack. Gamer muda Indonesia khususnya menikmati musik game sebagai musik fungsional untuk belajar, bekerja, atau bersantai. Soundtrack orkestra epik Diablo IV, yang menampilkan paduan suara London Voices, memberikan pengalaman audio premium yang lebih dari sekadar musik latar.
Untuk melihat lebih dalam tentang musik game dan genre-genre-nya, cek ulasan kami tentang album Final Fantasy X House Grooves di mana kami membahas musik JRPG yang diarranse, dan panduan WRPG untuk pemain JRPG yang relevan bagi penggemar action-RPG seperti Diablo.
Verdict + Worth Didengar/Dimainkan?
Untuk penggemar musik game dan seri Diablo, video di balik layar untuk soundtrack Diablo IV: Lord of Hatred sangat menarik. Komitmen Blizzard terhadap tingkat seni tertinggi digambarkan melalui pengungkapan proses produksi yang menampilkan komposer berbakat, studio kelas atas, dan paduan suara terkenal. Mereka yang mengagumi keindahan seni dalam pembuatan game, ini adalah video yang penting.
Adapun untuk soundtrack, ini adalah karya yang berkualitas tinggi dan penting, terdiri dari 32 lagu selama 2,5 jam. Direkam dengan paduan suara London Voices di Ocean Way dan AIR Studios, yang menghasilkan kualitas audio sinematis. Soundtrack asli ini (OST) merupakan tambahan yang bagus untuk playlist mereka yang menghargai musik orkestra fantasi gelap, baik untuk game maupun sebagai musik berdiri sendiri.
Untuk apresiasi yang lebih besar, disarankan agar Anda menonton video di balik layar ini, dan menambahkan soundtrack ke playlist streaming Anda. Inilah yang telah ditunggu-tunggu oleh pemain Diablo IV di Indonesia. Bagi yang belum pernah merasakan game ini, soundtrack keren ini bisa menjadi pengantar Anda ke dunia Sanctuary. Musik game telah diangkat menjadi bentuk seni dalam Diablo IV: Lord of Hatred, dan pantas untuk diakui.
Untuk ulasan dan panduan game lainnya, lihat album FFX House Grooves (musik JRPG), Disciples Domination (strategy RPG), dan panduan WRPG untuk penggemar JRPG.
FAQ: Pertanyaan Umum
Apa itu Diablo IV: Lord of Hatred?
Expansion untuk action-RPG Diablo IV dari Blizzard yang mencakup akses Vessel of Hatred, dua class baru, dan konten yang diperluas di dunia Sanctuary.
Siapa komposer soundtrack Lord of Hatred?
Soundtrack digarap oleh Ted Reedy (Senior Composer) dan Ryan Amon, dengan kontribusi London Voices choir di bawah konduktor Ben Parry.
Berapa lagu dalam soundtrack ini?
Original Soundtrack berisi 32 lagu dengan total lebih dari 2,5 jam musik, tersedia di platform streaming utama.
Di platform apa Diablo IV tersedia?
Diablo IV tersedia di PC (Steam dan Battle.net), PlayStation 4 dan 5, serta Xbox One dan Series X|S.
