Supergiant Games baru saja memberikan wawancara kepada RPGsite, dan Greg Kasavin (Direktur Kreatif) dan Darren Korb (Direktur Audio) membahas perjalanan rinci Hades II dari Early Access hingga 1.0, revisi akhir pasca peluncuran yang signifikan, dan soundtrack-nya. Penggemar Hades dan pecinta aksi roguelite di Indonesia sebaiknya memperhatikan.
Hades II akan dirilis versi 1.0 pada tanggal 25 September 2025, untuk PC dan Nintendo Switch 2/1, serta PS5/Xbox Series X|S pada Mei 2026. Ini akan menjadi sekuel pertama Supergiant Games, yang cukup signifikan mengingat mereka biasanya menciptakan IP baru. Mari kita bahas apa itu Hades II, cerita dari akhir baru yang terjadi tiga hari setelah peluncuran, pandangan Kasavin tentang musik sebagai “senjata rahasia”, pekerjaan Korb dalam skor, dan apa semua ini berarti bagi penggemar di Indonesia.
Apa Itu Hades II?

Sebuah RPG roguelite aksi yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Supergiant Games, Hades II adalah sekuel langsung dari Hades (2020) — salah satu game indie paling terkenal dalam sepuluh tahun terakhir. Hades II adalah sekuel pertama dari Supergiant Games, dan memperluas formula roguelite yang sukses dengan sejumlah inovasi baru dan perubahan tematik yang signifikan.
Karakter utama dalam Hades II adalah Melinoë, yang berbeda dengan protagonis Hades I, Zagreus. Sementara Zagreus berusaha menghindari Dunia Bawah, Melinoë memulai perjalanan yang sama sekali berbeda yang melibatkan ilmu sihir dan pendakian ke Olympus. Perubahan tema ini memberikan permainan identitas yang unik bersama dengan suasana yang lebih gelap dan mistis.
Untuk pemain Indonesia yang familiar dengan versi pertama Hades, Anda akan menemukan siklus gameplay inti yang sama dalam sekuel ini. Ada pertempuran cepat, struktur berbasis lari, narasi yang terjalin dengan gameplay, dan dewa-dewa Yunani lainnya untuk berinteraksi guna mendapatkan berkat (kekuatan) yang berbeda. Artinya, Hades II memiliki inovasi mekanik yang cukup untuk terasa baru, termasuk penambahan Chronos (Waktu) sebagai antagonis baru dan mekanik berbasis waktu.
Rilis 1.0 dan Multi-Platform Journey
Hades II akan memasuki Akses Awal untuk PC dan Nintendo Switch pada tahun 2024-2025. Ini serupa dengan apa yang dilakukan Supergiant Games dengan Hades pertama. Kasavin menyebutkan, "Game ini dirancang lagi dari awal dengan mempertimbangkan akses awal," menunjukkan keinginan pengembang untuk pengembangan yang berfokus pada komunitas.
Kegembiraan penggemar setelah dengan sabar mengikuti Early Access selama lebih dari setahun, dibenarkan dengan rilisnya versi 1.0, yang berlangsung pada 25 September 2025. Versi ini dirilis untuk Nintendo Switch, Switch 2 dan PC. Rilis Switch 2 sebagai salah satu platform peluncuran menunjukkan dukungan Supergiant terhadap perangkat keras Nintendo yang baru dan menggunakan fitur yang ditingkatkan.
Wilayah PlayStation 5 dan Xbox Series X|S baru menyusul pada Mei 2026 — sekitar 7 bulan setelah PC/Switch 2. Approach staged rollout ini umum untuk indie game dengan resource terbatas, memungkinkan tim fokus pada platform-platform tertentu sequentially daripada simultaneous launch yang menuntut. Bagi yang ingin memahami JRPG dan action RPG di platform Nintendo terbaru, simak panduan kami tentang JRPG Switch 2 terbaik.
Revisi Ending — 3 Hari Setelah Rilis
Kasavin menyatakan bahwa salah satu contoh yang paling ekstrem dari wawancara adalah pengakuannya yang jujur tentang perubahan pada akhir cerita yang dilakukan hanya tiga hari setelah game dirilis. Seperti yang dia jelaskan, "Game ini keluar pada hari Kamis, 25 September. Pada hari Senin pagi... kami berkata, 'Mari kita coba lakukan sesuatu tentang ini.'"
Pernyataan ini mencolok di industri game. Setelah satu tahun pengembangan dan pengujian, akhir permainan tersebut masih menerima umpan balik yang berkesan dari komunitas pemain dalam beberapa hari pertama peluncurannya. Alih-alih diam atau menunggu pembaruan yang lebih tradisional, tim Supergiant memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Proses revisi berarti rekaman ulang kasus suara berikutnya dan iterasi selama beberapa minggu ke depan untuk menjadikan komentar/kekhawatiran pemain sebagai fokus sambil menjaga inti cerita tetap utuh. Proses ini menunjukkan kemauan luar biasa untuk berinteraksi dengan dan merespons masukan komunitas, sesuatu yang membedakan Supergiant sebagai salah satu pengembang terkemuka dalam industri. Sangat sedikit studio yang melakukan perubahan cepat dan radikal pada konten yang sudah dirilis.
Greg Kasavin — Filosofi Creative Director
Greg Kasavin telah bergabung dengan Supergiant Games sejak perusahaan didirikan dan telah menjadi Direktur Kreatif sejak perusahaan mulai mengerjakan Bastion (2009). Dia juga melakukan penulisan dan perancangan permainan, serta pekerjaan kreatif lainnya untuk studio tersebut. Sebagai veteran industri, termasuk pelopor siaran langsung permainan awal di GameSpot pada tahun 2006 dengan liputan Oblivion, Kasavin memberikan sudut pandang yang unik kepada tim pada setiap proyek Supergiant.
Salah satu wawasan yang paling menarik adalah filosofi dia tentang musik: ''Musik seperti senjata yang tidak begitu rahasia... membangun musik itu ke dalam cerita dan dunia.'' Gagasan ini menunjukkan mengapa Supergiant Games memiliki integrasi soundtrack yang luar biasa — bukan hanya sebagai musik latar, tetapi sebagai elemen aktif dalam penceritaan dan pembangunan dunia.
Inspirasi naratif Hades II juga unik. Kasavin mencantumkan The Princess Bride sebagai acuan tematik, dan mengutip game yang "balances humor and heartfelt... really serious moments really well." Pengaruh lainnya mencakup game Ultima, media anak-anak, dan impresi animasi. Kasavin juga mencatat filosofi roguelike: "roguelike games can have a really variable amount of content... very conducive to expansion" — menjelaskan mengapa format ini selaras dengan visi Hades II.
Darren Korb — Komposer Soundtrack
Sejak zaman Bastion, Darren Korb telah menjadi Direktur Audio untuk semua musik, suara, dan arahan suara untuk Supergiant Games. Memiliki posisi sebagai komposer dan pengisi suara dalam satu orang adalah hal yang jarang di bidang ini. Korb juga melakukan pengisi suara awal untuk Zagreus dalam Hades 1, dan kemudian dijadikan permanen setelah tim memutuskan demikian.
Korb suka bereksperimen dengan pekerjaannya. Misalnya, dengan Hades II, karya eksperimennya membawanya untuk menciptakan soundtrack yang lebih megah dengan lebih banyak kontributor daripada Hades I. Korb bahkan pergi ke tempat-tempat mewah untuk merekam beberapa bagian soundtrack.
Instrument arsenal Korb juga mengesankan dan eclectic. Bağlama (Turkish instrument yang diakuisisi 2005 saat space camp, reacquired untuk Hades II), Moog Matriarch synthesizer yang Korb sebut "very important" untuk Hades II identity, Casio SK-1 untuk theremin-like sound, Gibson SG Standard sebagai guitar favorit current, dan Mexican Fender Jazz Bass yang diakuisisi 1997 saat Korb berumur 13 dan masih digunakan. Untuk penggemar music game lain dengan craftsmanship serupa, simak ulasan kami tentang Vagrant Story dan wawancara Sakimoto.
Inspirasi Musik: The Craft, Progressive Metal, Jazz
Untuk Hades II, yang bertemakan ilmu sihir, Korb memiliki berbagai sumber untuk diambil. Salah satu referensi tematik utamanya adalah soundtrack The Craft - yang merupakan film dengan estetika penyihir dari tahun 90-an. Film ini memberi soundtrack nuansa yang unik, magis namun tetap membumi. Soundtrack tersebut juga mengadopsi elemen gothic dan industrial, yang menambah nuansa yang lebih gelap.
Metal progresif adalah pengaruh penting lainnya di sini. Korb secara khusus menyebutkan Rush, Soundgarden, Opeth, dan Kansas. Genre ini menawarkan tingkat kompleksitas musik dan ambisi komposisional yang sesuai dengan kualitas epik dari Hades II. Soundtrack menampilkan berbagai tanda waktu, pergeseran dramatis dalam dinamika, dan virtuositas instrumental yang menjadi ciri khas metal progresif.
Kerumitan penanda waktu pada jazz menambah lapisan kecanggihan. Khusus untuk bos Chronos yang membawa time mechanics, complex time signatures berfungsi sebagai musical reflection dari thematic content — clever integration antara gameplay theme dan compositional choice. Beberapa notable tracks yang dibahas: "Across the Rift" menggunakan Purdie Shuffle rhythm yang terkenal, "Wrath of the Heavens" mengusung elemen doom metal, dan "Scourge of the Furies" menampilkan pengaruh Paramore sebagai komposisi Tartarus ketiga.
Kolaborator: Austin Wintory + Abbey Road Choir
Sebagian besar kolaborasi dengan soundtrack Hades II adalah jumlah orang yang terlibat oleh Korb. Untuk Hades II, Austin Wintory - komponis untuk Journey, The Banner Saga, dan lainnya - turut mengomposi beberapa bagian orkestra. Bagian-bagian ini direkam di Abbey Road Studios, studio terkenal yang memiliki orkestra lengkap dan paduan suara beranggotakan 20 orang.
Rekaman di Abbey Road adalah pencapaian penting lainnya dalam permainan indie. Biasanya digunakan untuk rekaman soundtrack film blockbuster dan album musik arus utama, pengembang indie Supergiant Games, yang memiliki sekitar 25 karyawan, telah menunjukkan tingkat ambisi dan sumber daya yang didedikasikan untuk audio dengan membawa musik untuk Hades II ke tingkat tersebut.
Selain Wintory, collaborator lain juga substantial. Louis Cole (anggota Clown Core) direkrut early ke project. Sam Gendel memberikan saxophone yang menambah jazz texture. Pau Figueres berkontribusi flamenco guitar yang khusus untuk Narcissus theme — detail kecil yang menunjukkan attention to thematic relevance dalam musical choice. Untuk penggemar musik game lain dengan album-level production, simak juga ulasan album House Grooves Final Fantasy X 25th anniversary.
Performance: Switch 2, PS5, Xbox
Hades II berjalan dengan baik di banyak platform yang berbeda. Nintendo Switch 2 menargetkan 1080p pada 60 frame per detik untuk mode standar dan dapat mencapai 120 frame per detik dalam mode dock (ini tidak berlaku untuk mode genggam). Ini menunjukkan potensi perangkat keras Switch 2 untuk game aksi.
PlayStation 5 menawarkan gaming 4K 120fps dengan grafis dan pengaturan setara PC. Gaming konsol berperforma penuh hadir di sini. Belum ada peningkatan PS5 Pro yang dikonfirmasi, tetapi PS5 dasar menawarkan visual yang bagus. Xbox Series X|S memberikan penggemar Microsoft pengalaman tingkat tinggi yang sama berkat kesetaraan dengan PS5.
Cross-save adalah area di mana ada friksi. Tersedia untuk transfer antara Nintendo Switch/Switch 2 dan PC — fleksibilitas yang sangat welcome bagi pemain yang move antara handheld dan desktop. Namun, cross-save TIDAK tersedia untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S (technical limitations) — same constraint yang ada di Hades 1. Untuk pemilik Switch 2 yang juga punya PS5/Xbox, perlu memilih ekosistem mana untuk main playthrough mereka. Untuk memahami spektrum genre RPG dan turunannya, panduan apa itu JRPG bisa membantu.
Supergiant Games — Bastion hingga Hades II
Supergiant Games adalah studio yang sangat baik dengan rekam jejak yang hebat karena mereka telah merilis game yang menakjubkan sejak mereka didirikan pada tahun 2009 dengan sekelompok kecil orang. Game mereka meliputi Bastion (2011), Transistor (2014), Pyre (2017), Hades (2020), dan Hades II (2025). Setiap game mendapatkan ulasan yang bagus dan banyak penggemar.
Ada sekitar 25 orang di tim Supergiant, dengan 7 orang dari masa Bastion yang masih bersama. Dalam industri dengan tingkat perputaran yang tinggi, keberlanjutan tim ini adalah pencapaian. Kasavin juga menyatakan filosofi studio: "Kami tidak memiliki beberapa tim... kami ingin tetap bersama dan terus membuat game bersama."
Hades II memarking momen unique karena merupakan sequel pertama dalam sejarah Supergiant. Sebelumnya, studio selalu membuat IP baru. Kasavin menjelaskan: "We don't imagine our games as like the start of a franchise" — namun success Hades 1 yang luar biasa membuat Hades II menjadi pilihan natural. Untuk classic JRPG legend dengan heritage panjang dan re-released, simak juga ulasan Dragon Quest I & II HD-2D Remake.
Untuk Penggemar Hades di Indonesia + Penutup
Berikut adalah wawancara dengan anggota komunitas dari game Hades. Untuk penggemar game indie dan Hades di Indonesia, wawancara ini sangat berharga. Untuk lebih menghargai kualitas permainan ini, Anda dapat menonton Kasavin berbicara tentang mengubah ending, dan juga mendengarkan Korb berbicara tentang usaha membuat soundtrack yang sempurna. Kemampuan untuk bermain di beberapa platform memudahkan gamer Indonesia di berbagai ekosistem untuk mengakses game ini.
Beberapa detail untuk highlight dari interviu ini: merevisi ending yang dramatis 3 hari setelah peluncuran (menunjukkan responsivitas Supergiant), filosofi Kasavin mengenai musik yang menjadi “senjata rahasia” yang sudah terintegrasi dengan cerita dan dunia, proses ambisius Korb dalam mengaransemen musik dengan rekaman di Abbey Road ditambah paduan suara 20 orang, kolaborasi prestisius dengan Austin Wintory dan musisi dunia lainnya, serta penampilan yang mengesankan di Switch 2 (120fps docked) dan PS5 (4K 120fps). Bonus sentuhan pribadi, baik Kasavin dan Korb adalah penggemar kopi hitam – Kasavin “just black, that’s it” dan Korb “black and endless” sambil menambahkan variasi seperti kopi Vietnam atau americano rumahan.
Penutup: Hades II menunjukkan apa yang dapat dilakukan oleh studio indie dengan tim kecil, visi yang kuat, dan penghormatan terhadap umpan balik komunitas. Bagi penggemar di Indonesia yang telah memainkan Hades II, wawancara ini menawarkan wawasan tambahan tentang proses kreatif di balik game tersebut. Bagi mereka yang belum pernah merasakan game ini, wawancara ini menunjukkan mengapa Supergiant Games adalah studio yang layak untuk diikuti, baik untuk Hades II maupun proyek masa depan. Seperti yang dikatakan Kasavin: “Kami ingin tetap bersama dan terus membuat game.” Kita semua bersemangat untuk apa yang akan dilakukan kelompok luar biasa ini selanjutnya.
FAQ: Pertanyaan Umum
Apa itu Hades II?
Action roguelite RPG dari Supergiant Games, sequel langsung dari Hades (2020). Protagonis Melinoë (vs Zagreus di Hades 1) dengan tema witchcraft, Olympus ascension, dan Chronos/time mechanics. Rilis 1.0 pada 25 September 2025.
Kapan Hades II rilis di semua platform?
Hades II 1.0 rilis 25 September 2025 di Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, dan PC. PlayStation 5 dan Xbox Series X|S menyusul pada Mei 2026. Switch 2 menampilkan 1080p 60fps standar dengan 120fps di docked mode, sementara PS5 dan Xbox 4K 120fps di full PC quality settings.
Siapa di balik musik Hades II?
Darren Korb sebagai Audio Director Supergiant Games. Kolaborasi besar dengan Austin Wintory (orchestral pieces dengan full orchestra + 20-person choir di Abbey Road Studios), Louis Cole (Clown Core), Sam Gendel (saxophone), dan Pau Figueres (flamenco guitar untuk Narcissus theme). Inspirasi: The Craft soundtrack, progressive metal (Rush, Soundgarden, Opeth, Kansas), dan jazz time signatures.
Apa cerita di balik revisi ending Hades II?
Game rilis Kamis 25 September 2025. By Monday morning (hanya 3 hari setelah), tim Supergiant memutuskan revisi ending berdasarkan feedback player. Greg Kasavin: 'Let's try to do something about this.' Proses melibatkan voice cast re-recording dan iteration over next few weeks untuk address player concerns sambil mempertahankan core story integrity.
