Perhatian pemain WRPG dan RPG sci-fi di Indonesia — The Outer Worlds 2, sekuel shooter RPG dari Obsidian Entertainment dan Xbox Game Studios, mendapatkan nilai 8/10 dari rpgsite. Junior Miyai, pengulasnya, menyoroti kembalinya formula RPG mendalam dengan satire khas Obsidian terhadap kapitalisme. Namun, ia menyarankan ada beberapa bidang untuk peningkatan yang patut diperhatikan.
Tiba pada 29 Oktober 2025, sekuel ini akan dirilis di PC (Steam), PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Ini masih melanjutkan tradisi penceritaan Obsidian di mana terdapat satire sosial dan konsekuensi dari pilihan pemain. Sekarang mari kita uraikan apa yang sama dan apa yang baru: latar multi-planet Arcadia, sistem RPG inovatif dengan kekurangan berbasis aksi yang berkembang, tiga faksi utama, dan warisan Obsidian sebagai penerus spiritual dari seri Fallout.
Apa Itu The Outer Worlds 2?

Outer Worlds 2 adalah sebuah game shooter RPG (FPS dengan elemen RPG yang ekstensif) yang dibuat oleh Obsidian Entertainment dan diterbitkan oleh Xbox Game Studios (Microsoft). Sebagai sekuel dari The Outer Worlds (2019), game ini terus mengangkat satire perusahaan dalam dunia sci-fi sambil menambahkan beberapa perubahan mekanik besar dalam prosesnya.
Para pemain menciptakan sebuah karakter bernama "komandan" yang bekerja untuk Direktorat Bumi dan memulai perjalanan ini sebagai protagonis. Berbeda dengan kebanyakan shooter baru, permainan ini tidak berpusat pada pertarungan dan waktu reaksi. Bagian terpenting dari permainan ini adalah kemampuan pemain untuk mengelola cerita permainan dan dunia mereka. Ada hasil nyata dari setiap pilihan dialog, pemeriksaan keterampilan, dan tindakan yang diambil pemain dalam pengalaman mereka.
Tersedia di PC Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S, The Outer Worlds 2 accessible bagi pemain di berbagai platform. Bagi pendatang baru ke genre WRPG (Western RPG) atau yang berasal dari latar JRPG dan tertarik mencoba pendekatan barat, simak panduan kami tentang WRPG untuk penggemar JRPG yang mengupas perbedaan filosofi dan rekomendasi titik awal.
Skor 8/10 — Penilaian Reviewer rpgsite
The Outer Worlds 2 mendapatkan nilai 8/10 dari RPGSite, jadi sangat bagus dan mereka memberikan beberapa catatan substantif. Pengulas junior Miyai mencatat pada 23/10/2025 (ditemkan di PC) bahwa dia menyukai mekanik RPG yang mendalam dan penulisan yang cerdas, sekaligus bersikap wajar terhadap beberapa masalah teknis dan desain.
Penghargaan ini terutama berfokus pada kemungkinan pembuatan karakter, fleksibilitas terkait konsekuensi dari pilihan pemain, penulisan (terutama komentar satir), desain pendamping, desain tingkat penjara yang multiaspek, dan penceritaan yang terintegrasi dengan keuntungan/pemeringkatan. Semua hal ini adalah alasan mengapa The Outer Worlds 2 merupakan kelanjutan yang layak dari warisan Obsidian dalam genre RPG.
Kebanyakan pengulas mengatakan bahwa permainan kurang memiliki visi dan eksekusi. Umpan balik pengulas menyarankan: Mekanik permainan dan tembak-menembak yang diperbaiki masih kaku dan terasa lemah. Penjelajahan di lapangan terbuka sangat membosankan dengan medan kosong. Sistem modifikasi senjata membatasi jalur peningkatan, dan Bullet Blender merusak keseimbangan serta memiliki logika misi teman yang tidak konsisten. Permainan ini memiliki banyak kekurangan yang perlu Anda ketahui sebelum membeli.
Setting Arcadia: Multi-Planet & 3 Faction
The Outer Worlds 2 berlangsung di Arcadia, sebuah wilayah dengan berbagai planet yang dapat dijelajahi. Dari rekaman ulasan, terlihat sebuah planet bersalju dan hutan yang menawarkan bioma dan tema yang unik. Ada situs penting lainnya seperti Auntie's Choice dan kapal luar angkasa utama "Undisputed Claim", yang menjadi latar belakang untuk berbagai misi dan peristiwa naratif.
Tiga faksi besar menguasai politik regional: Pilihan Bibi sangat kapitalis dan mewakili kapitalisme ekstrem — di mana pekerja melakukan shift lebih dari 16 jam dan menggunakan stimulan, serta bercanda tentang tentara yang menyanyikan lagu tentang sosis brat kalengan. The Order adalah campuran antara agama dan matematika, dan mereka menggabungkan semangat keagamaan dengan obsesi terhadap matematika; matematikawan religius dikatakan mengabaikan kelangsungan hidup pengungsi.
Kelompok terakhir disebut The Protectorate, yang merupakan faksi otoriter yang mewujudkan kendali pemerintah sepenuhnya. Ketiga faksi dengan ideologi yang benar-benar berlawanan menciptakan dunia yang secara politik kompleks penuh dilema etika dan keputusan sulit. Pemain harus berinteraksi dengan ketiga faksi dan membuat pilihan yang akan mempengaruhi sejarah permainan.
Protagonis "The Commander" Earth Directorate
Pemain mengambil peran sebagai "Komandan" — karakter kustom yang merupakan bagian dari Direktorat Bumi. Ini memberikan posisi awal yang menarik karena protagonis bukan hanya seorang petualang acak, tetapi seseorang dengan kekuatan dan kesetiaan yang bertugas mengelola situasi sulit di Arcadia. Latar belakang ini memberikan penjelasan logis mengapa "Komandan" terlibat dalam kejadian-kejadian tersebut.
Pembuatan karakter tetap menjadi fitur yang kuat, karena pemain dapat mempersonalisasi karakter mereka dalam berbagai cara, baik secara deskriptif maupun statistik. Pemain dapat memilih dan mengkustomisasi latar belakang, penampilan, dan keterampilan awal Komandan mereka untuk membantu mewujudkan visi roleplay spesifik mereka. Fleksibilitas semacam ini sejalan dengan keyakinan kuat Obsidian terhadap pilihan pemain.
Karakter utama yang dapat disesuaikan memberikan pemain kesempatan untuk berperan sebagai berbagai karakter. Pemain dapat menjadi Komandan, seorang operatif Badan Pengatur Bumi, reformis idealis, tentara bayaran, atau berbagai peran lainnya. Pilihan ini akan mengubah reaksi NPC, dialog yang tersedia, dan cabang cerita yang dapat diambil.
Companions: Tristan (Protectorate) & Inez (Auntie's Choice)
The Outer Worlds 2 menawarkan sistem pembangunan pesta untuk bermain peran dengan rekan-rekan dari berbagai latar belakang. Pengulas secara khusus menyebut Inez dan Tristan, yang seperti rekan-rekan lainnya, memiliki pandangan individu tentang planet Arcadia.
Tristan adalah Arbiter dari The Protectorate, yang berarti dia adalah sosok otoritas yang membawa perspektif faksi otoritarian ke dalam kelompok. Inez adalah tentara bayaran dari Auntie's Choice, yang berarti dia membawa perspektif kapitalisme dan kepentingan korporasi. Memiliki pasangan dari faksi yang berlawanan membuat dinamika kelompok naratif menjadi tegang, dengan kemungkinan perselisihan dan dialog yang dapat membuat petualangan lebih mendalam.
Desain pendamping adalah aspek yang dihargai dalam permainan. Setiap karakter mengalami pengembangan yang signifikan melalui pencarian pribadi dan arka cerita yang meningkatkan ikatan pemain dengan mereka. Meskipun para pengulas menyebutkan beberapa alasan yang tidak logis dalam pencarian (Inez sebagai contoh), penulisan karakter secara keseluruhan tetap sangat baik.
Sistem RPG: Skills, Traits, Perks, Flaws
Sistem kemajuan The Outer Worlds 2 mempertahankan elemen RPG klasik Obsidian, tetapi menambahkan sentuhan unik. Untuk pembuatan karakter, ada sistem berbasis keterampilan tetapi dengan jumlah poin terbatas. Ini berarti pemain harus memilih atribut tertentu yang akan difokuskan. Tidak ada opsi untuk mengubah atau mengatur ulang keahlian, jadi pilihan awal Anda bersifat permanen.
Sistem sifat dan keistimewaan memungkinkan kustomisasi karakter yang lebih banyak lagi. Pemain dapat memilih dua sifat untuk karakter mereka, tetapi mengambil sifat kedua berarti juga mengambil kekurangan, yang merupakan pertukaran mekanis yang bagus. Selain itu, pemain dapat membuka keistimewaan dengan naik level, yang memungkinkan penguatan karakter yang lebih sesuai dengan build favorit mereka.
Yang paling distinctive adalah sistem Flaws yang berkembang melalui repeated actions. Contoh: jika karakter sering jatuh dari ketinggian, mereka dapat mendapatkan flaw "Bad Knees". Jika sering memberikan jawaban buruk dalam dialog, dapat mendapatkan "Foot-In-Mouth Syndrome". Mekanik ini brilian — mengintegrasikan progression dengan gameplay behavior secara organic, menciptakan rasa konsekuensi yang jarang ditemui di RPG lain. Untuk CRPG immersive lain dengan filosofi character creation yang dalam, simak ulasan kami tentang Warhammer 40,000: Rogue Trader DLC The Infinite Museion dari Owlcat Games.
Combat Shooter + Weapon Mod System
Pertempuran di The Outer Worlds 2 melanjutkan format tembak-menembak orang pertama dari pendahulunya, memberikan pemain berbagai pilihan senjata yang dapat dipilih sesuai gaya bermain favorit mereka. Pemain dapat memilih antara berbagai jenis senjata seperti senjata bio-massa, revolver berat, senapan sniper, senapan mesin, dan beberapa lainnya. Beragam pilihan senjata ini juga sesuai dengan tema permainan, sebuah alam semesta sci-fi bertema korporasi.
Senjata Anda dapat dikustomisasi dengan berbagai cara berkat sistem modifikasi senjata. Setiap senjata memiliki 2-3 slot mod yang mengubah statistik dan kemampuan senjata saat mod ditempatkan. Kerugian besar dari sistem ini adalah bahwa setelah mod dipasang, mod tersebut tidak dapat dihapus atau ditingkatkan. Pengulas mengatakan bahwa sistem ini kurang fleksibel jika dibandingkan dengan sistem RPG modern lainnya dan membatasi jumlah jalur peningkatan yang tersedia.
Senjata yang menarik perhatian pengulas adalah "Bullet Blender," salah satu senjata yang terdapat dalam High Security Lockbox. Senjata ini dikatakan sangat overpowered hingga dikatakan dapat benar-benar mengacaukan keseimbangan permainan dan dapat membongkar musuh dengan sangat mudah. Pemain yang ingin menjaga tantangan disarankan untuk tidak menggunakan senjata ini. Pengulas menggambarkan pertempuran, meskipun ada peningkatan di luar yang asli, sebagai 'kaku dan lemah' — sebuah tingkat yang masih harus dicapai oleh Obsidian dibandingkan dengan spesialis penembak seperti Bungie atau Id Software.
Writing Sardonic: Kapitalisme, Agama, Ekstremisme
Salah satu bagian terbaik dari The Outer Worlds 2 yang disebut para kritikus sebagai "sarkastik" adalah penulisannya. Game ini melihat ekstremisme, kapitalisme, dan fanatisme agama, serta mengangkat tema-tema tersebut dengan satire yang tajam dan sama sekali tidak mendogmatis. Para analis mengatakan, "The Outer Worlds 2 mengambil realitas kapitalis kita dan mengembangkannya sampai ke batas absolutnya."
Contoh yang jelas dari satire ini sangat luar biasa. Prajurit menyanyi tentang bratwurst kalengan sebagai contoh kesetiaan militer — sebuah absurditas yang menunjukkan bagaimana propaganda kapitalis dapat meresap ke dalam setiap aspek kehidupan. Pekerja yang membutuhkan stimulan untuk melakukan shift 16 jam — komentar menyentuh tentang eksploitasi tenaga kerja. Matematikawan tulus yang mengabaikan kebutuhan bertahan hidup pengungsi — suatu tuduhan tentang bagaimana dogma agama dapat menggantikan empati manusia.
Pendekatan satirikal ini selaras dengan tradisi sci-fi terbaik — menggunakan setting futuristik untuk membahas isu-isu kontemporer secara provokatif. Filosofi writing seperti ini juga menjadi alasan banyak penggemar mencintai franchise Obsidian. Untuk WRPG immersive lain dengan kualitas writing yang juga substansial, simak juga ulasan Tainted Grail: Fall of Avalon yang mengusung fantasy dark setting dengan story yang mendalam.
Obsidian Entertainment — Spiritual Successor Fallout
Obsidian Entertainment memiliki beberapa sejarah terbaik di industri RPG. Studio ini berbasis di Black Isle Studios, pengembang Baldur's Gate dan Fallout yang pertama. Banyak pendiri Black Isle kemudian membentuk Obsidian dan melanjutkan filosofi RPG mendalam ini dengan generasi gamer baru. Sejarah mereka termasuk Fallout: New Vegas, Pillars of Eternity, KOTOR 2, dan sekarang Avowed.
The Outer Worlds dan seri Fallout jelas terkait, mengingat bahwa franchise ini dianggap sebagai penerus spiritual dari Fallout dan bahwa dua pencipta bersama The Outer Worlds adalah pencipta bersama Fallout. Game ini berbagi filosofi yang berfokus pada konsekuensi pilihan pemain, penulisan satir, dan pembangunan dunia yang kaya yang berasal dari DNA Fallout yang sama. Untuk penggemar game Fallout asli, The Outer Worlds adalah kelanjutan dari warisan tersebut.
Sekuel ini juga dapat dibandingkan dengan project Obsidian terbaru lainnya — Avowed. Sementara Avowed adalah action RPG dalam setting fantasy Pillars of Eternity, The Outer Worlds 2 mempertahankan filosofi shooter RPG sci-fi original. Kontras ini menunjukkan range kreatif Obsidian dalam berbagai genre RPG. Untuk memahami filosofi RPG secara umum dan turunannya, panduan apa itu JRPG bisa membantu menempatkan WRPG seperti Outer Worlds dalam spektrum genre yang lebih luas.
Untuk Penggemar WRPG di Indonesia + Verdict
Bagi komunitas penggemar WRPG di Indonesia, The Outer Worlds 2 adalah rilis substantial yang sangat layak dipertimbangkan. Ketersediaan multiplatform — PC Steam, PlayStation 5, dan Xbox Series — membuat akses mudah. Penggemar Fallout: New Vegas, Pillars of Eternity, dan game Obsidian lainnya akan langsung merasa familiar dengan filosofi desain dan kualitas writing yang ditawarkan. Bagi pendatang baru ke genre RPG yang lebih ringan sebelum menyelami WRPG mendalam, panduan JRPG untuk pemula bisa membantu memulai dari titik yang accessible.
Fitur penting: membosankan, hampir menembus ujian extremism/capitalism/religion, sistem RPG besar lain dengan Skills/Traits/Perks/Flaws yang jelas organik, fleksibilitas karakterisasi tinggi, 3 faksi dengan ideologi berlawanan menambah kompleksitas moral, desain pendamping mendapat pujian, desain level pencarian dengan berbagai solusi, storytelling menyentuh pengintegrasian perk/level. Pertimbangan: gunplay terasa kaku dan lemah, sistem mod senjata membatasi jalur upgrade, eksplorasi open-field membosankan, terrain kosong, Bullet Blender merusak keseimbangan permainan, beberapa quest companion bertentangan dengan logika.
Rekomendasi: oleh The Outer Worlds 2 direkomendasikan untuk penggemar WRPG, Fallout: New Vegas, dan mereka yang menghargai penulisan yang kuat serta sistem pilihan dan konsekuensi yang bermakna. Skor 8/10 menunjukkan kekuatan The Outer Worlds 2 dalam sistem RPG dan penceritaan, dengan beberapa kekurangan di aspek teknis permainan. Kutipan dari pengulas, "mengambil realitas kapitalis kita dan memperluasnya ke batas maksimalnya," memberikan gambaran yang bagus tentang apa yang diusung franchise ini. The Outer Worlds 2 akan menjadi rekomendasi yang mudah bagi mereka yang menginginkan shooter RPG dengan tujuan, satir yang cukup, dan pilihan yang benar-benar berpengaruh, yang akan dirilis paling lambat akhir 2025.
FAQ: Pertanyaan Umum
Apa itu The Outer Worlds 2?
Shooter RPG (FPS dengan elemen RPG mendalam) dari Obsidian Entertainment dan Xbox Game Studios, sekuel dari The Outer Worlds (2019). Rilis 29 Oktober 2025 di PC (Steam), PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.
Berapa skor review dan kapan The Outer Worlds 2 rilis?
rpgsite memberikan skor 8/10 (reviewer Junior Miyai, 23 Oktober 2025). Game rilis worldwide pada 29 Oktober 2025 di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.
Apa sistem RPG yang unique di The Outer Worlds 2?
Skill-based character creation dengan limited points, traits dan perks system (up to 2 traits, trait kedua butuh flaw), no respec, dialogue choices dengan skill checks, plus mekanik Flaws yang berkembang melalui repeated actions (contoh: 'Bad Knees' dari sering jatuh, 'Foot-In-Mouth Syndrome' dari dialog buruk).
Apa hubungan The Outer Worlds dengan seri Fallout?
The Outer Worlds series secara umum dianggap spiritual successor untuk Fallout. Obsidian Entertainment (developer) developed Fallout: New Vegas, dan dua co-creators Outer Worlds juga merupakan co-creators Fallout series.
