Penggemar JRPG indie dengan pengalaman baik di Indonesia harus menyadari bahwa Onion Games telah merilis game Stray Children yang mendapatkan nilai 8/10 dari rpgsite. Game ini dikatakan sebagai penerus spiritual dari Moon: Remix RPG Adventure, sebuah JRPG klasik dari tahun 1997 yang dianggap sebagai karya masterpiece oleh komunitas dunia, dan juga memiliki mekanik yang terinspirasi oleh Undertale.

Stray Children, yang dirilis di Jepang pada 26 Desember 2024, dirilis di pasar Barat pada 30 Oktober 2025, untuk Nintendo Switch dan PC. Berikut adalah gambaran dari ulasan ini: seorang anak yang terjebak di dalam kartrid ayahnya adalah konsep yang sangat menarik, sistem pertarungan yang sekaligus keras dan tidak keras, gabungan visual 3D dan pixel art yang tampak seperti dari era PS1, narasi yang reflektif tentang 30 tahun sejarah permainan terakhir, dan warisan Onion Games yang kembali ke pengembang terkenal LoveDeLic.

Apa Itu Stray Children?

Review Stray Children dari Onion Games — JRPG indie spiritual successor Moon: Remix RPG Adventure dengan twist Undertale, PS1-era pixel art, skor 8/10
Stray Children dari Onion Games — JRPG indie pewaris Moon: Remix RPG dengan mekanik Undertale-inspired, PS1-era aesthetic, skor rpgsite 8/10

Onion Games, studio Jepang dengan koneksi ke pengembang kultus LoveDeLic, mengembangkan dan menerbitkan Stray Children, sebuah JRPG indie. Mereka menerapkan strategi menarik yang mengintegrasikan pertempuran berbasis giliran tradisional JRPG dengan inovasi mekanik modern, serta menyediakan pengalaman yang bagi penggemar genre ini terasa baru sekaligus lama.

Stray Children, tersedia di Nintendo Switch dan PC, berjuang dengan konsep yang lebih besar dari kebanyakan indie JRPG, termasuk introspeksi, sejarah permainan, hubungan antar generasi, dan dampak (secara moral/etika) dari pilihan seseorang. Ini mendapatkan skor 8/10 dari pengulas RPGSite Cullen Black, yang menulis ulasan mendalam yang menyoroti kerumitan tematik dari permainan tersebut, sekaligus membahas beberapa masalah dengan tempo dan desain.

Sebagai indie JRPG dengan visi naratif kuat, Stray Children berdiri di tradisi yang sama dengan beberapa indie JRPG modern berkualitas. Untuk yang baru memahami genre JRPG dan turunannya, simak panduan kami tentang apa itu JRPG yang menjelaskan berbagai pendekatan dan filosofi dalam genre ini.

Skor 8/10 — Penilaian Reviewer rpgsite

RPGsite menilai Stray Children dengan skor 8/10 dan mengkategorikannya sebagai Sangat Bagus dengan ruang untuk perbaikan. Berangkat dari tantangan tema dan kreativitas yang dicatat para peninjau, Cullen Black, dalam ulasannya tanggal 1 November 2025, memuji kedalaman dan desain kreatif dari permainan tersebut.

Stray Children mendapatkan skor 8/10, yang berarti permainan ini adalah permainan yang bagus dengan identitas yang unik. Stray Children tidak untuk semua orang, tetapi untuk audiens yang tepat, permainan ini menawarkan pengalaman yang luar biasa. Skor ini juga mempertimbangkan tujuan pengembang dan mekanik inovatif, serta memberikan pengakuan terhadap pengalaman friksi pengembang, dan menghargai frustrasi pemain kasual.

Aspek positif dari skor ini meliputi campuran mekanik yang orisinal yang menghormati Moon dan Undertale, estetika yang menyenangkan dari era PS1, tema mendalam yang jarang ditemukan dalam game indie, dan integrasi pilihan moral yang sejati. Kekurangan termasuk sistem pertempuran yang membutuhkan coba-coba, sistem petunjuk yang mengecewakan, dan gaya bermain pasifis yang terlalu menuntut bagi orang yang menginginkan jalur yang sepenuhnya non-kekerasan.

Premis: Anak Jatuh ke Cartridge Ayah

Dari semua JRPG indie, modern maupun klasik, premis cerita Stray Children kemungkinan adalah yang paling emosional dan unik. Pemain mengendalikan seorang anak yang jatuh ke dalam kartrid permainan video yang hilang buatan ayahnya. Anak tersebut harus menjelajah dunia yang memburuk dan memperbaiki kartrid yang rusak agar dapat melarikan diri dari dunia tersebut dan kembali ke rumah.

Protagonis melakukan perjalanan melalui berbagai zona dalam perjalanan kartrid, masing-masing dengan lingkungan dan rintangan yang unik. Di setiap zona, dia bertemu dengan anak-anak lain yang, seperti dia, “terjebak” dan masing-masing memiliki latar belakang yang unik. Interaksi antara anak-anak yang berbeda adalah salah satu fitur terkuat dari permainan dan membantu menciptakan hubungan emosional.

Bahaya terbesar datang dari "Olders," Olders adalah musuh yang dihadapi tokoh utama selama perjalanan. Misi terakhir melibatkan amunisi dan kembali ke dunia nyata yang secara tematis menyentuh isu masa kecil, hubungan ayah/anak, dan keberadaan (atau ketidakhadiran) figur orang tua selama masa pembentukan anak serta dampaknya.

Spiritual Successor Moon: Remix RPG Adventure

Stray Children adalah salah satu game pertama yang memiliki hubungan kuat dengan Moon: Remix RPG Adventure asli dan juga game pertama yang memiliki hubungan warisan dengan keluarga Onion Games. Moon: Remix RPG Adventure adalah klasik kultus yang dirilis di PlayStation asli pada tahun 1997. Game ini dibuat oleh tim pengembang bernama LoveDeLic. Para desainer yang bekerja pada game ini adalah beberapa anggota awal Onion Games dan ini memperluas garis langsung filosofi desain ke Stray Children dan tidak digunakan dalam arti inspiratif.

Stray Children adalah reinterpretasi modern dari Moon, Remix RPG Adventure yang dikenal sebagai "anti-JRPG." Itu menggunakan sentuhan subversif dan menyindir konvensi JRPG tahun 90-an. Alih-alih melawan monster, pemain dalam Moon "mengumpulkan cinta" melalui berbagai aktivitas dan interaksi emosional. Pengumpulan cinta alih-alih pertempuran adalah filosofi emosional yang menarik dan anti-kekerasan yang juga sangat berpengaruh.

Bagi penggemar JRPG indie modern yang menghargai pendekatan kreatif dan tidak konvensional, Stray Children menawarkan koneksi langsung dengan warisan kreatif yang langka. Untuk indie JRPG modern lainnya dengan identitas distinctive, simak juga ulasan kami tentang Demonschool yang juga membawa filosofi unik ke genre RPG dengan pengaruh kuat dari Persona dan tactical SRPG klasik.

Inspirasi Undertale: Bullet Hell + Pacifist Option

Selain Heritage Moon, Stray Children mengambil inspirasi jelas dari Undertale (2015) — RPG indie yang inovatif karya Toby Fox yang merevolusi pandangan genre RPG tentang pilihan dan moral pemain. Stray Children menggabungkan beberapa mekanik khas Undertale, tetapi membayangkannya kembali dengan cara yang unik, memadukan secara mulus dua warisan yang berbeda.

Mekanisme menghindar peluru saat giliran musuh di permainan bullet hell adalah contoh yang bagus. Ketika musuh menyerang, pemain tidak hanya menerima kerusakan — mereka harus secara aktif menghindari kerusakan dalam permainan mini bullet hell. Itu mengubah pertempuran berbasis giliran yang biasanya pasif menjadi tantangan refleks aktif.

Pilihan pasifisme tampaknya ditawarkan sebagai bagian kunci dari permainan. Pemain dapat memilih untuk menggunakan cara non-pertempuran untuk menyelesaikan pertemuan dengan terlibat dalam teka-teki dialog. Elemen permainan ini cocok dengan tema permainan tentang moral, pilihan yang dibuat pemain, dan konsekuensi yang dihasilkan. Mode pasifisme mungkin lebih menantang, tetapi memberikan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan dengan jalur yang melibatkan pertempuran.

Combat: Violent vs Non-Violent Dialog Puzzles

Sistem pertempuran di Stray Children memiliki pendekatan unik yang mencakup dua opsi dalam setiap pertemuan. Pemain dapat memilih pertempuran di mana pemain dapat menggunakan perintah aksi pertarungan berbasis giliran, selain pendekatan yang lebih keras, atau mereka dapat menggunakan pendekatan non-kekerasan, paham damai dengan memanfaatkan teka-teki dialog yang melibatkan pemikiran kreatif dan pemahaman terhadap karakter musuh. Menariknya, EXP diperoleh tidak peduli pilihan apa pun dan oleh karena itu, permainan tidak menghukum pemain yang memilih opsi damai.

Setiap episode menampilkan pertarungan kekerasan dengan sistem berbasis giliran dan perintah aksi. Itu dapat dibandingkan dengan JRPG klasik dengan sentuhan yang lebih modern. Perintah aksi memerlukan ketepatan waktu pemain untuk memberikan kerusakan lebih besar atau melakukan tindakan mengurangi kerusakan. Sistem perlengkapan, yang berisi berbagai modifier untuk serangan, pertahanan, dan keberuntungan, memungkinkan pemain menyesuaikan karakter mereka untuk gaya bermain yang lebih kekerasan.

Fitur terkuat dari permainan ini adalah pendekatan non-kekerasan melalui teka-teki dialog tetapi itu juga bisa menjadi bagian yang paling frustasi. Para pengulas menyebutkan bahwa petunjuk teka-teki dapat bersifat ''kaku'' dan mungkin memerlukan beberapa upaya sebelum mereka dapat diselesaikan. Jalur pasifis juga sangat menantang karena mereka memerlukan pemain untuk memahami sepenuhnya setiap musuh dan skenario. Tidak ada pilihan tingkat kesulitan karena gaya bermain setiap pemain menentukan tingkat tantangan.

Visual PS1-Era: Pixel Art + 3D Assets

Stray Children memiliki gaya visual yang sangat unik. Game ini menggabungkan sprite seni pixel dengan aset 3D yang sengaja dibuat sedikit kasar. Ini tidak dilakukan untuk menunjukkan kemampuan teknis, melainkan untuk menjaga kohesi estetika dengan seni sprite. Akibatnya, game ini memiliki estetika asli era PS1, yang mirip dengan zaman keemasan JRPG dari PlayStation pertama.

Pengulas yang menyatakan visual ini sebagai “lebih baik dari nostalgia retro biasa” menjelaskan bahwa game ini tidak hanya menggunakan visual lama untuk nostalgia. Stray Children secara sengaja menggunakan visual era PS1 sebagai ekspresi tematik untuk game yang mewujudkan sejarah permainan dan perspektif generasi yang lebih tua. Visual juga menceritakan cerita, mereka bukan sekadar tampilan luar.

Pendekatan ini patut diapresiasi bagi yang menghargai indie game dengan visi artistik yang berani. Pixel art era PS1 yang authentic dengan integration 3D ringan menciptakan tone yang spesifik dan distinctive. Untuk indie console JRPG lain dengan pixel art quality yang juga dipuji, simak juga ulasan Quartet yang menonjolkan pixel art lush sebagai daya tarik utama.

Tema: 30 Tahun Gaming + Adults vs Children

Stray Children memiliki banyak ambisi dan itu terlihat dari keberanian tema yang mereka tampilkan. 30 tahun sejarah dalam permainan video bukan pencapaian kecil, dan setelah 30 tahun permainan, para pemain telah membentuk dan membentuk harapan mereka seiring waktu. Sebagai JRPG indie, sangat jarang game dengan tingkat dan ruang lingkup seperti ini berusaha untuk tema dan ide yang seberani ini.

Subteks emosional dari permainan ini adalah metafora yang kuat. Cerita bergantung pada tema sekundernya tentang 'dewasa yang stagnan merugikan anak-anak.' Ayah dalam cerita adalah contoh dari generasi orang tua yang tidak hadir atau terhambat, dan anak yang 'terjebak' dimaksudkan untuk mewakili bagaimana orang tua mempengaruhi anak-anak. Ini adalah cerita tentang anak-anak yang terjebak dalam cartridge permainan video milik ayah mereka yang hilang.

Permainan yang mengintegrasikan pilihan moral meningkatkan eksplorasi tema dan pengalaman bermain. Pilihan kekerasan vs. pasifis lebih dari sekadar preferensi gameplay — ini adalah pernyataan filosofis tentang pendekatan dan pengalaman pemain terhadap konflik dan trauma. Stray Children meminta pemain untuk merenungkan dengan saksama keputusan mereka secara moral dan mekanis, memberinya pengalaman yang lebih bernuansa daripada mayoritas JRPG arus utama.

Onion Games — Dev Indie Berakar Kuat

Onion Games adalah studio Jepang dengan garis keturunan yang mengesankan. Studio ini dipimpin oleh veteran dari LoveDeLic — pengembang kultus di balik Moon: Remix RPG Adventure dan game eksperimental lainnya dari era PlayStation. Garis keturunan ini memberi Onion Games filosofi desain yang tidak ortodoks dan berani yang mereka terapkan pada setiap proyek.

Studio ini membuat beberapa permainan indie yang dihargai komunitas karena desain yang unik dan cerita yang kuat. Mereka menghindari tren komersial dan terus mengikuti pendekatan visioner yang berpusat pada LoveDeLic. Ini menghasilkan permainan yang, meskipun berpotensi niche, sangat unik dan berkesan bagi audiens yang tepat.

Bagi pendatang baru ke genre RPG yang ingin memulai dengan game yang lebih konvensional sebelum menjelajahi indie experimental seperti Stray Children, simak panduan JRPG untuk pemula yang membahas titik awal yang accessible. Stray Children mungkin lebih cocok untuk pemain yang sudah memiliki dasar dalam genre dan tertarik dengan pendekatan kreatif yang tidak biasa.

Untuk Penggemar JRPG Indie di Indonesia + Verdict

Bagi komunitas penggemar JRPG indie di Indonesia yang menghargai pengalaman cerdas dan tidak konvensional, Stray Children adalah rilis yang sangat layak dipertimbangkan. Ketersediaan di Switch dan PC memudahkan akses, dan playstyle accessibility — meskipun extremely demanding untuk pacifist — memberikan fleksibilitas pendekatan sesuai preferensi pemain. Untuk pemilik Switch yang juga tertarik dengan JRPG berkualitas lain di platform tersebut, simak panduan JRPG Switch 2 terbaik.

Highlight utama meliputi premis unik dan emosional dari anak dalam cartridge, heritage langsung sebagai spiritual successor Moon: Remix RPG Adventure yang legendaris, mekanik terinspirasi Undertale (bullet hell + opsi pacifist), duel approach combat (dialog puzzle violent atau non-violent), autentik era PS1 visual dengan pixel art + 3D, tema introspektif mengenai 30 tahun gaming dan dinamika antar generasi ditambah integrasi pilihan moral ke gameplay core. Pertimbangan: combat trial-and-error dapat membuat frustrasi, hint design untuk puzzle yang obtus, pacifist playstyle yang sangat menuntut.

Rekomendasi: Stray Children layak dicoba bagi penggemar JRPG indie yang menikmati permainan cerdas, tema yang bernuansa, dan konsep yang unik. Sebuah nilai 8/10 diberikan kepada judul dengan arah yang jelas dan karya berkualitas tinggi, meskipun memiliki beberapa kekurangan. Jika Anda menyukai Undertale, Moon: Remix RPG Adventure, atau JRPG indie lainnya dengan sentuhan subversif, ini sangat penting. Jika Anda menyukai JRPG khas dan menginginkan loop permainan yang sederhana, Anda memiliki banyak opsi yang lebih baik. Stray Children adalah JRPG indie dengan banyak hati — mungkin tidak untuk semua orang, tetapi bagi mereka yang menikmatinya, ini akan menjadi tak terlupakan.

FAQ: Pertanyaan Umum

Apa itu Stray Children?
JRPG indie yang dikembangkan dan diterbitkan Onion Games, spiritual successor untuk Moon: Remix RPG Adventure (1997 cult classic dari LoveDeLic) dengan mekanik tambahan terinspirasi Undertale. Rilis di Jepang 26 Desember 2024 dan di US/EU 30 Oktober 2025.

Berapa skor review dan kapan rilis Stray Children?
rpgsite memberikan skor 8/10 (reviewer Cullen Black, 1 November 2025). Game rilis di Jepang pada 26 Desember 2024, dan di US/Europe pada 30 Oktober 2025, tersedia di Nintendo Switch dan PC.

Bagaimana sistem combat Stray Children?
Turn-based dengan action commands dan dual approach: pemain dapat memilih combat violent atau dialogue puzzles non-violent untuk menyelesaikan encounter. Saat enemy turn, ada bullet hell dodge mechanics ala Undertale. EXP didapat regardless of approach.

Apa hubungan Stray Children dengan Moon dan Undertale?
Stray Children adalah spiritual successor untuk Moon: Remix RPG Adventure (1997 PS1 cult classic dari LoveDeLic, studio asal Onion Games creators). Mekanik tambahan terinspirasi Undertale (2015), khususnya bullet hell dodge saat enemy turn dan pacifist option sebagai pilihan core gameplay.