Apa Itu The Banner Saga

The Banner Saga adalah sebuah RPG taktis dengan pertarungan berbasis giliran dan gaya saga Viking yang digambar tangan yang dirilis di PC pada 14 Januari 2014. Saya mengetahui permainan ini saat mencari RPG yang didanai oleh alumni di Kickstarter dan tertarik dengan karya seni lukis dan RPG taktis bertema mitologi Nordik, karena kombinasi tersebut unik untuk genre saat itu. Stoic Studio, sebuah tim pengembang kecil tetapi sangat dihormati, menciptakan permainan ini.
Setelah sebelumnya sukses di PC, The Banner Saga kemudian dirilis di konsol termasuk PlayStation 4 dan Xbox One mulai 12 Januari 2016, dan kemudian di Nintendo Switch pada 2018. Rilis lintas platform ini memungkinkan akses optimal untuk setiap preferensi konsol. Pasar RPG taktis masih berkembang, dan dengan konten bertema Viking yang tetap jarang, The Banner Saga telah menegaskan dirinya sebagai judul yang sangat dihormati bagi konsumen di ceruk ini.
Konteks Stoic Studio + Versus Evil
Stoic Studio adalah pengembang indie yang didirikan oleh tiga alumni BioWare yang pernah terlibat dalam proyek Star Wars: The Old Republic, sebuah MMORPG yang sangat ambisius pada awal 2010-an. Anggota pendiri membawa pengalaman pengembangan AAA, bersamaan dengan keahlian mendongeng, yang menjadi inti dari The Banner Saga. Studio ini sengaja dipertahankan kecil untuk menjaga visi kreatif tanpa pengaruh penerbit besar.
Versus Evil berfungsi sebagai penerbit yang membantu mendistribusikan The Banner Saga secara global. Dikenal sebagai penerbit berpengalaman, Versus Evil mengkhususkan diri dalam mendukung permainan dengan visi kreatif yang unik. Daftar mereka mencakup Pillars of Eternity II Deadfire, Toejam & Earl, dan berbagai permainan indie lainnya. Kolaborasi Stoic-Versus Evil telah terbukti menjadi contoh yang sukses untuk RPG indie taktis selama tahun 2010-an.
Bagi pemain yang ingin mengenal genre RPG dari berbagai tradisi, baca panduan JRPG untuk pemula sebagai konteks awal sebelum mendalami RPG taktis seperti The Banner Saga yang punya filosofi sangat berbeda dari tradisi JRPG mainstream. Kedua tradisi punya pendekatan unik untuk character development plus narrative pacing.
Latar Norse Mythology + Viking Saga
The Banner Saga menampilkan unsur-unsur dari mitologi Nordik dan cerita epik Viking. Cerita berlangsung di dunia asing dengan musim dingin abadi di mana matahari menjadi tidak bergerak di langit dan kegelapan akan menelan sisa-sisa umat manusia dan ras raksasa yang dikenal sebagai Varl. suasana hati khas dari mitologi Nordik — penuh kesedihan dan kecemasan.
Dalam permainan ini, Anda akan memimpin sebuah karavan melalui wilayah beku yang hostile, di mana mereka harus menghindari Dredge -- sebuah tentara misterius yang mengancam dari utara. Sejalan dengan semangat saga Norse, permainan ini juga membahas tema takdir, pengorbanan, dan konflik moral antara menyelamatkan diri sendiri versus kebaikan yang lebih besar. Penceritaan di sini sangat canggih dan mengingatkan saya pada Vinland Saga dan Game of Thrones .
Pembuatan dunia The Banner Saga sangat detail, berkat bertahun-tahun pra-produksi. Varl (makhluk humanoid raksasa dengan tanduk besar) dan Manusia memiliki sejarah panjang konflik dan aliansi antar ras yang membentuk lanskap politik permainan. Mitos yang mendalam dapat dieksplorasi oleh para pemain melalui penjelajah dan peristiwa naratif yang terjadi selama perjalanan karavan.
Art Style Hand-Drawn Don Bluth Inspired
Animasi 2D gambar tangan dari The Banner Saga dibuat dengan inspirasi dari animator terkenal Don Bluth, yang bekerja pada film klasik seperti The Land Before Time, An American Tail, dan The Secret of NIMH. Mereka menggambar frame untuk setiap animasi 2D karakter dan mengembangkan latar belakang untuk setiap adegan sebelum menganimasi karakter menggunakan Rotoshop dan melapisi latar belakang. Teknik ini membedakan The Banner Saga dari sebagian besar permainan video beranimasi 3D dan rendering seperti A Scanner Darkly.
Perhatian terhadap detail terlihat jelas dalam animasi setiap karakter, termasuk gerakan mikro dan keberadaan ekspresi wajah tanpa kata-kata yang penuh emosi. Animasi latar belakang, dilukis dengan gaya cat air, membangkitkan perasaan tragis yang memukau dari ladang es yang terinspirasi oleh Norse. Sprite karakter besar ditampilkan dalam urutan pertempuran, dan animasi frame demi frame mengingatkan pada Zaman Keemasan Disney.
Pendekatan artistik ini membuat The Banner Saga aging gracefully — visual yang dirilis tahun 2014 masih terlihat segar plus relevant di 2026, tidak seperti banyak game 3D dari era sama yang sudah terlihat dated. Filosofi hand-drawn ini juga ditemukan di beberapa indie taktis lain seperti Iratus: Lord of the Dead spotlight, meskipun Iratus lebih ke arah dark fantasy modern aesthetic.
Sistem Combat Turn-Based Tactical
Seperti kebanyakan RPG taktis, The Banner Saga juga menggunakan sistem pertarungan berbasis giliran dan bahkan menampilkan kisi-kisi heksagonal yang menjadi ciri khasnya. Pemain dapat mengendalikan rombongan yang terdiri dari 6 karakter selama pertempuran. Setiap karakter memiliki statistik unik, Kekuatan + Armor, yang bertindak sebagai gabungan HP. Dalam hal ini, Kekuatan juga berfungsi sebagai HP dan output kerusakan. Oleh karena itu, jumlah kerusakan yang dapat diberikan oleh karakter yang terluka akan berkurang seiring waktu.
Sistem dual-stat ini menciptakan kedalaman taktis yang berbeda dari typical SRPG genre. Pemain harus memutuskan apakah attack Strength musuh untuk mengurangi output kerusakan, atau hancurkan Armor mereka untuk increase damage taken. Pilihan ini menciptakan emergent gameplay yang reward thoughtful planning dibandingkan brute force optimization. Sistem mengingatkan pada Solasta II yang masuk Early Access Maret 2026 dari sisi tekanan tactical positioning.
Apa yang membuat pertarungan dalam The Banner Saga begitu berkesan adalah konsekuensi karakter permanen. Setelah seorang karakter meninggal dalam pertempuran, mereka tetap mati selamanya. Tidak ada opsi bagi pemain untuk membangkitkan mereka. Ini berarti pemain harus mengevaluasi keputusan pertempuran yang harus diambil karena mereka bisa kehilangan teman favorit mereka. Investasi emosional yang disebabkan oleh kematian permanen belum pernah terlihat pada RPG taktis dalam periode waktu yang sama.
Caravan Management + Resource Survival
The Banner Saga memiliki fitur unik yang melibatkan pengelolaan kafilah dan menyeimbangkan sumber daya sambil mengintegrasikan mekanik ini dengan kecepatan cerita. Pemain mengendalikan sebuah kafilah dengan ratusan warga sipil dan puluhan tentara. Setiap orang membutuhkan persediaan untuk bertahan selama perjalanan panjang, dan mengelola ini bukan sekadar pengisian superficial. Keputusan pemain tentang sumber daya yang tersedia memengaruhi bagaimana cerita berkembang dan hasil akhirnya.
Setiap perjalanan menggunakan sumber daya untuk memberi makan warga sipil dan prajurit. Pemain harus menemukan keseimbangan terbaik antara perjalanan cepat (yang akan mengkonsumsi lebih sedikit sumber daya) dengan metode perjalanan lainnya yang memungkinkan mereka melakukan penjelajahan dan pertemuan sampingan terkait cerita (yang akan memberikan hadiah tambahan). Sistem ini mengingatkan pada Oregon Trail asli dan menambahkan lapisan taktis RPG modern di atasnya, menciptakan perpaduan unik yang tidak umum dilihat dalam genre tersebut.
Filosofi caravan ini mirip dengan beberapa indie game lain yang punya tekanan pada eksplorasi plus survival, meskipun The Banner Saga punya distinct flavor karena latar Viking saga. Beberapa Western RPG modern seperti Neverwinter Nights 2 Enhanced Edition juga punya party management deep, meskipun pendekatannya jauh berbeda — NWN2 condong ke D&D classical sementara Banner Saga ke Viking survival epic.
Soundtrack Austin Wintory + Dallas Winds Orchestra
Musical score The Banner Saga di-compose oleh Austin Wintory, composer Grammy-nominated plus winner BAFTA, juga the composer of Journey (soundtrack game indie award-winning from thatgamecompany). Wintory brings earthy and multi-layered orchestral style scoring, very fitting for the atmosphere of the melancholy and epic Norse saga.
Soundtrack game menampilkan Dallas Winds, Windband Utama Amerika Serikat, dan insinyur pemenang Grammy Keith O. Johnson. Vokal oleh Malukah, Peter Hollens, dan biola oleh Taylor Davis, yang menciptakan beberapa momen musik paling ikonik dalam permainan. Skor ini mendapat pujian kritis sebagai salah satu soundtrack RPG indie terbaik tahun 2010-an.
Eivør meminjamkan keaslian Norse ke soundtrack, direkam dengan London Studio Orchestra, dalam The Banner Saga 3, bagian terakhir dari trilogi. Skor musik ini sudah kaya akan unsur-unsur yang terinspirasi dari Norse. Pemain di Indonesia dapat mengakses soundtrack melalui Bandcamp Austin Wintory dan di Spotify.
Trilogy Banner Saga 1 2 3 dengan Choice Carryover
The Banner Saga adalah yang pertama dalam trilogi yang direncanakan yang sekarang selesai dengan Banner Saga 2 (2016) dan Banner Saga 3 (24 Juli 2018). Fitur unik dari trilogi ini adalah mekanik penerusan pilihan— pilihan Anda di game pertama memengaruhi cerita dan memengaruhi karakter mana yang dapat Anda rekrut di game berikutnya. Jika Anda kehilangan teman karena kematian di game 1, Anda tidak akan dapat mengembalikannya di game 2 dan 3.
Sistem carryover ini menawarkan kesinambungan naratif yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk RPG indie. Pengguna yang menyelesaikan trilogi akan dapat mengalami sebuah cerita yang berlapis-lapis dan disesuaikan berdasarkan pilihan mereka selama lebih dari 60 jam permainan. Kesimpulan definitif dari Banner Saga 3 di PS4 + Xbox One + PC + Nintendo Switch + Mac dirilis pada 24 Juli 2018.
Banner Saga Trilogy: Bonus Edition dirilis bersamaan untuk yang ingin merasakan full trilogy dengan konten tambahan plus art book digital. Bagi pemain yang baru kenal genre tactical RPG, mulai dengan Banner Saga 1 disarankan untuk fully appreciate choice carryover mechanic. Untuk konteks komparatif genre lain, baca artikel apa itu JRPG sebagai bandingan tradisi tactical RPG dari Japan versus Western indie scene.
Reception 88% Very Positive Steam
The Banner Saga telah menerima penilaian sebesar 88% dan \Sangat positif\ dari Steam berdasarkan 7.749 ulasan, menjadikannya salah satu RPG taktis indie terbaik dalam sejarah platform tersebut. Ulasan terbaru bahkan mencapai 94% dengan 19 ulasan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa permainan ini tetap sangat baik setelah lebih dari 10 tahun sejak rilis awal pada tahun 2014. Metacritic juga memberikan skor 80 untuk produksi indie tersebut yang tergolong solid.
Sejumlah kritikus menyoroti gaya seni gambar tangan dalam permainan, mekanisme dan strategi yang rumit dalam sistem pertarungannya, serta isi narasi yang kaya. Permainan ini juga menerima sejumlah penghargaan, termasuk dari DICE dan IGN Best of 2014. Sementara beberapa kritikus menunjukkan bahwa ada masalah dengan pengelolaan karavan yang terasa berulang dan adanya kecepatan yang lambat di paruh pertama, pemain secara mayoritas menikmati imbalan emosional di bab-bab berikutnya.
Komunitas Banner Saga masih sangat antusias dan aktif, dan ada scene modding kecil tetapi berdedikasi, dengan percakapan berkelanjutan di r/bannersaga. Trilogi ini adalah RPG indie ‘permata tersembunyi’ yang, menurut para kritikus, pantas mendapatkan pengakuan yang lebih di dunia game arus utama. Jika Anda adalah pemain RPG taktis berpengalaman, maka bermain Banner Saga adalah suatu keharusan.
Tips untuk Pemain Indonesia
Jika Anda adalah pemain Indonesia yang ingin mencoba The Banner Saga, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, game ini mendukung total 12 bahasa yang dapat Anda pilih, yaitu; Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Rusia, Jepang, Korea, Portugis, Italia, Polandia, dan Ceko, selain Bahasa Cina Sederhana. Sayangnya, Tidak ada dukungan untuk bahasa Indonesia. Karena terdapat banyak teks dan dialog yang dapat Anda interaksi di dalam game, Anda perlu memiliki tingkat pemahaman bahasa Inggris yang cukup memadai.
Di atas semua itu, permainan ini sangat mudah diakses oleh para penggemar game. Berkat gaya seni gambar tangan 2D, game ini hanya membutuhkan spesifikasi sistem yang sederhana. Singkatnya, laptop gaming apa pun yang dibuat setelah 2018 seharusnya dapat menjalankannya dengan pengaturan tinggi. Selain itu, game ini juga berjalan baik di Nintendo Switch. Jadi, ini adalah pilihan yang bagus bagi siapa saja yang suka bermain game saat bepergian.
Ketiga, The Banner Saga Trilogy Bonus Edition di Steam berharga sekitar 100-150 ribu IDR dan dihargai secara premium karena dilengkapi dengan semua 3 game dengan konten tambahan. Bagi mereka yang menikmati bermain RPG taktis dengan cerita yang bagus, jam yang dihabiskan ditambah rupiah yang dikeluarkan sepadan mengingat trilogi ini memiliki lebih dari 60 jam gameplay. Paket trilogi juga dapat didiskon hingga 70% selama Penjualan Musiman Steam.
