Ulasan ini ditulis oleh tim editorial Icicle Disaster berdasarkan pengalaman menjelajahi genre JRPG sejak 2017.

Edens Zero adalah sebuah RPG aksi yang didasarkan pada manga dan anime karya Hiro Mashima, yang juga membuat anime populer di komunitas Indonesia, Fairy Tail. Game ini dikembangkan dan diterbitkan oleh Konami, dan memasukkan petualangan luar angkasa Shiki Granbell ke dalam RPG aksi berbasis pesta. Sayangnya, ulasan dari rpgsite mengkritiknya dengan skor 5/10 dan menyatakan, kekecewaan substansial — sebuah adaptasi yang gagal menjadikannya layak dimainkan alih-alih menonton anime-nya.

Penggemar Hiro Mashima, penggemar manga Shonen, dan penggemar anime Edens Zero di Indonesia menantikan permainan ini, dan antusiasme itu dibenarkan. Materi sumbernya memiliki banyak ruang untuk miglioramento, karena merupakan cerita luar angkasa dengan pemeran yang menggemaskan dan plot yang berkembang secara bertahap dari shonen sederhana ke tema yang lebih canggih. Belum lagi gaya seni ikonik Hiro Mashima. Ulasan ini mencakup: pembenaran adaptasi, premis tentang Shiki dan kru Edens Zero, sistem pertarungan yang menjadi membosankan, dunia yang terbagi dalam dua bagian (dua kali), sistem gravitasi terbang yang unik dan satu-satunya, serta cukup banyak kekurangan yang mendukung skor 5/10.

Apa Itu Edens Zero?

Edens Zero

Edens Zero adalah game RPG aksi berbasis pesta yang dibuat oleh Konami yang mengadaptasi manga dan anime Edens Zero karya Hiro Mashima. Game ini dirilis pada 15 Juli 2025, dan tersedia di tiga platform; PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC (Steam). Konami, sebagai salah satu penerbit terbesar di Jepang, memiliki sejarah yang luas. Mereka telah memproduksi game yang mendefinisikan genre seperti Metal Gear Solid dan adaptasi anime dengan kualitas yang berbeda-beda.

Source material Edens Zero adalah seri manga yang Hiro Mashima mulai pada 2018 setelah menyelesaikan Fairy Tail, kemudian mendapat adaptasi anime pada 2021. Genre source material adalah perpaduan unik shonen adventure dengan space opera — petualangan luar angkasa dengan estetika dan tema yang familiar untuk penggemar shonen, plus elemen sci-fi yang menambah depth. Untuk pemula yang ingin memulai perjalanan di genre JRPG dan action RPG, simak panduan kami tentang JRPG untuk pemula.

Alur permainan Edens Zero mencoba menggabungkan berbagai elemen seperti pertarungan berbasis kelompok dengan beberapa karakter, penjelajahan dunia terbuka di bagian tertentu, sistem koneksi karakter, dan cerita utama berbasis arc anime dengan arc anime yang didorong oleh narasi. Ini adalah upaya untuk menjadi inovatif dengan mengintegrasikan fitur paling populer yang ditemukan dalam JRPG saat ini, tetapi sayangnya, eksekusinya tidak merata di semua aspek.

Konteks: Adaptasi Hiro Mashima Sang Pencipta Fairy Tail

Melihat pentingnya Edens Zero sebagai sebuah adaptasi, kita harus mempertimbangkan posisi Hiro Mashima di dunia manga. Fairy Tail (2006-2017) adalah salah satu manga shonen ter paling sukses sepanjang dekade ini, itulah mengapa nama Mashima memiliki bobot. Pada tahun 2018, ia memulai Edens Zero dengan tujuan mengambil formula shonen dan menerapkannya pada sebuah opera ruang angkasa.

Desain karakter Hiro Mashima sangat unik — menggunakan arketipe karakter yang sama, tetapi menciptakan gaya yang sangat energetik dan menarik secara visual. Sebagai tokoh utama, Shiki Granbell mewujudkan trope 'pemburu petualangan muda yang naive' yang mirip dengan Natsu dari Fairy Tail, tetapi dengan sentuhan fiksi ilmiah yang membedakan keduanya. Bagi penggemar Fairy Tail, perubahan ini cukup mengingatkan — DNA visual yang sama, irama narasi yang sama, hanya dalam latar kosmik yang berbeda.

Sayangnya, game adaptation tidak fully memanfaatkan strength source material. Reviewer rpgsite mencatat bahwa "presentasi cerita worse than source material; stripped of context and artistic expression" — eksekusi naratif yang gagal mempertahankan apa yang membuat manga dan anime menarik. Untuk RPG dengan eksekusi naratif kelas mahakarya, simak ulasan Trails in the Sky 1st Chapter (skor 10/10 sebagai standar tertinggi adaptasi naratif).

Premis: Shiki Granbell, Gravity Powers & Pencarian "Mother"

Premises Edens Zero memungkinkan pemain mengendalikan Shiki Granbell — Shiki adalah protagonis baru yang naif yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengendalikan gravitasi. Perjalanan Shiki membawanya dari Kerajaan Granbell, sebuah taman hiburan yang dikendalikan oleh robot, ke ujung galaksi dan seterusnya.

Misi yang menjadi inti dari seluruh cerita adalah pencarian "Ibu", makhluk misterius di ujung alam semesta yang konon dapat mengabulkan keinginan. Didampingi oleh kru kapal Edens One, (yang terdiri dari Rebecca, Happy si kucing, Pino, Weisz, Homura, dan lainnya), Shiki melakukan petualangan di luar angkasa untuk menemukan berbagai planet, membuat teman baru, dan melawan musuh bertema alam semesta.

Berbeda dengan cerita khas petualangan shonen, tema naratif Edens Zero sedang berkembang menjadi kompleksitas maju dari sci-fi. Pemain akan bertemu dengan AI yang memiliki kesadaran, dan mereka akan dapat menjelajahi banyak pertanyaan seputar kemanusiaan dan teknologi. Mereka juga akan bertarung melawan penjahat yang memiliki motivasi yang melampaui kejahatan sederhana. Meskipun materi sumber asli dari manga/anime mungkin menangani tema-tema tersebut dengan banyak nuansa, versi game pasti kehilangan hal tersebut karena berbagai masalah yang terkait dengan kecepatan dan presentasi.

Sistem Pertarungan: Hybrid Tales + Dynasty Warriors

Seorang pengulas dari RPGSite menyatakan bahwa sistem pertarungan Edens Zero adalah campuran dari “game Tales dan Dynasty Warriors,” yang berarti ada kombinasi aksi waktu nyata di mana Anda dapat melakukan serangan dasar dan kombinasi serangan kuat bersama dengan kemampuan khas karakter. Setiap karakter yang dapat dimainkan memiliki rangkaian gerakan yang terkait dengan kepribadian mereka dalam manga/anime. Sebagai contoh, Shiki memiliki sumur gravitasi dan Rebecca memiliki serangan jarak jauh bergaya turret.

Pada awalnya, mekanisme pertempuran tampak menarik. Pemain dapat mengganti karakter di tengah pertempuran, mencoba berbagai kombinasi kombo, dan menciptakan sinergi menggunakan kemampuan khusus karakter. Selama beberapa jam pertama, pertarungan tetap menarik — ada cukup variasi untuk menjaga minat pemain, dan mekanisme tidak terasa klise.

Sayangnya, ini adalah area di mana adaptasi gagal mempertahankan momentum. Reviewer mencatat pertarungan menjadi stale dan monotonous setelah beberapa jam — moves repeat tanpa development meaningful, encounters jadi predictable, dan tidak ada strategic depth yang reward eksperimen lanjutan. Hybrid yang seharusnya menjadi strength berubah menjadi weakness karena kurangnya progression mekanik. Untuk RPG dengan combat depth substansial yang baru deploy, simak juga ulasan Digimon Story Time Stranger (skor 8/10).

Dua Bagian Dunia: Story Mode Linear + Blue Garden Terbuka

Edens Zero memiliki struktur dunia dua bagian. Dalam Mode Cerita, pemain mengakses kemajuan linier, artinya mereka harus mengikuti rangkaian narasi utama dan melakukan perjalanan ke berbagai planet sesuai urutan yang ditentukan oleh cerita. Ini membantu mengendalikan alur cerita dan juga memudahkan adaptasi dari struktur manga.

Bagian kedua adalah Blue Garden — salah satu dunia hub terbuka di mana pengguna dapat menjelajah, bertemu karakter lain, melakukan misi sampingan, dan menggunakan sistem pertemanan. Blue Garden paling dipuji di antara para pengulas, karena terdapat penjelajahan bebas dengan banyak ruang untuk terbang gravitasi, suasana yang menyenangkan, dan integrasi tematik dengan serial, yang sangat bagus.

Dual-structure ini secara teori memberi best of both worlds — naratif-driven content untuk penggemar cerita, plus open exploration untuk discovery-oriented players. Namun eksekusi sebenarnya menunjukkan ketidakseimbangan substansial. Story mode terlalu linear dan padding berlebihan, sementara Blue Garden yang menjanjikan tidak punya cukup meaningful content untuk justify return visits yang substansial. Untuk apresiasi yang lebih mendalam tentang JRPG sebagai genre, simak panduan apa itu JRPG.

Flight Gravity: Mekanik Traversal Signature

Tidak diragukan lagi salah satu mekanik traversal terbaik yang ada di Edens Zero adalah flight gravity. Dalam ulasan di RPG Site, reviewer bahkan secara khusus mengomentari hal ini, “You can use Shiki’s gravity powers to fly around the expansive world of Blue Garden, and it feels surprisingly good to do so.” Dalam ulasan yang cukup kritis, komentar positif ini menjadi cukup menonjol.

Di Blue Garden, pemain memiliki rasa kebebasan yang besar berkat mekanik terbang. Ini memberi pemain opsi untuk tidak hanya bepergian di tanah, tetapi juga terbang di atas seluruh lingkungan, mengakses lokasi yang lebih tinggi, dan mendapatkan perspektif segar dari atas. Pemain yang melayang dapat menemukan banyak tempat baru untuk dijelajahi di dunia utama. Desain level mendorong penerbangan dengan banyak rahasia dan tempat tersembunyi tambahan yang memberi imbalan kepada pemain atas penjelajahan secara vertikal.

Sayangnya, mekanik penerbangan adalah salah satu dari sedikit area dalam permainan yang tidak rusak, sementara hampir semuanya yang lain — pertempuran, penyajian cerita, sistem kemajuan — kurang tingkat polish tersebut. Pemain Edens Zero akan menghargai mekanik penerbangan di Blue Garden, tetapi akan kecewa ketika mekanik lainnya tidak sepadan.

Sistem "Friends": Karakter Cerita di Blue Garden

Edens Zero menggabungkan mekanik permainan unik yang disebut Sistem Teman. Ini menyoroti tema persahabatan dan hubungan dalam seri ini. Di Blue Garden, pemain dapat berinteraksi dengan karakter mode cerita yang telah mereka temui sebelumnya untuk mendapatkan dialog tambahan, hadiah, dan misi sampingan yang mengembangkan karakter-karakter tersebut.

Sistem ini berpotensi untuk narasi dan gameplay yang berfungsi untuk memperpanjang waktu yang dihabiskan pemain bersama karakter-karakter favorit. Pemain yang merasa terikat dengan karakter tertentu dapat mengembangkan hubungan di luar hubungan yang disediakan dalam alur cerita utama, dan mendapatkan pemahaman tentang kepribadian dan latar belakang yang dianggap dangkal di jalur utama.

Implementasi fitur-fitur ini beragam. Sistem teman menyediakan banyak konten dialog yang mungkin dinikmati penggemar Hiro Mashima, meskipun hadiah penyelesaian seringkali mengecewakan — perlengkapan yang tidak berguna karena kemajuan otomatis dan booster XP yang tidak relevan karena kemajuan yang dangkal. Ide yang bagus, implementasi yang buruk.

Ship Events: Bonding + Minigames Star Ocean-Style

Kapal Edens One, yang juga berfungsi sebagai pangkalan bergerak, bertujuan untuk menawarkan lebih banyak konten karakterisasi. Para pengulas mengatakan bahwa Edens Zero terinspirasi oleh seri Star Ocean untuk momen kekompakan di kapal — interaksi singkat antara anggota kru yang menampilkan aspek-aspek kepribadian mereka tanpa perlu keterlibatan cerita yang signifikan.

Other ship activities include massage/torture minigames (humorous for those familiar with Mashima's brand of comedy), cooking mechanics, plus various character-specific interactions. This content reinforces the themes of the source material regarding found family and community among characters from different backgrounds.

Namun, seperti banyak aspek Edens Zero, ship events terasa kurang substansial. Minigames repetitive, bonding events kurang depth dibanding equivalent di Star Ocean, dan rewards yang dihasilkan tidak meaningful enough untuk justify time investment. Konten yang seharusnya menjadi extras menyenangkan terasa seperti padding tambahan untuk extend playtime. Untuk RPG dengan polish substansial dan execution konsisten, simak ulasan Lost Soul Aside (skor 5/10 — closest tier comparison) atau ulasan Varlet (skor 4/10 — recent low-tier).

Kelebihan & Kekurangan

Rpgsite mencantumkan keunggulan Edens Zero sebagai: penerbangan gravitasi di Blue Garden adalah “mengejutkan baik”, gerakan karakter mencerminkan kepribadian dari asal seni mereka, sistem Blue Garden memperkuat tema penjelajahan dan persahabatan dari seri ini sekaligus memberi kapal yang terikat karakter tambahan kepada kru Edens One. Rincian ini menunjukkan bahwa para perancang memahami bahan sumber; sayangnya, area lain dari desain menunjukkan kurangnya konsistensi.

Drawbacks that lead to a score of 5/10: battle system becomes stale despite initial variety, moves repeat in a monotonous way after a few hours, story presentation worse than source material -- stripped of the context and artistic expression of the manga/anime, lackluster progression with no meaningful character growth, limited budget clear in the technical polish issues, dozens of battles with a few enemy types that pad the story unnecessarily, plus equipment and skill trees that lack strategic depth. Consistent with the pattern of adaptations of anime with limited budgets that fail to reach their potential.

Penghakiman yang adil mengatakan bahwa permainan ini memiliki ambisi yang valid sebagai sebuah adaptasi tetapi juga gagal dalam pelaksanaan di beberapa bidang kunci. Peninjau RPGsite mencatat Edens Zero sebagai contoh dari “potensi yang tidak direalisasikan dari video game berbasis anime” — sebuah deskripsi yang mencerminkan kekecewaan dari materi sumber yang buruk diadaptasi ke dalam format baru dengan tingkat kualitas yang sama. Pelaksanaan adaptasi digambarkan sebagai “berantakan dan kaku” dan tidak ada cukup gameplay menarik untuk membenarkan narasi yang kurang bernilai dibandingkan materi sumber.

Skor 5/10 + Untuk Penggemar Manga Hiro Mashima di Indonesia

Mereka memberi nilai 5/10 pada game ini karena dianggap sebagai adaptasi Edens Zero yang mengecewakan, dan gagal menjelaskan mengapa seseorang lebih memilih memainkan game ini daripada menonton anime atau membaca manga-nya. Pengulas menyatakan bahwa agar permainan video yang berkaitan dengan anime mencapai potensi penuhnya, harus ada lebih dari sekadar mengubah cerita menjadi permainan yang dapat dimainkan. Harus ada permainan yang bermakna dan penyajian yang menghormati materi sumber. Edens Zero tidak memenuhi harapan dalam kedua aspek tersebut.

Dalam adaptasi Hiro Mashima dari opera luar angkasa karya Konami, ada sebuah RPG aksi dengan mekanik berbasis pesta dan karakter yang dapat dimainkan dari kru Shiki Granbell + Eden’s One. Terdapat struktur dunia ganda dengan mode cerita linier dan dunia terbuka bernama Blue Garden, penerbangan gravitasi sebagai mekanik penjelajahan yang luar biasa, Sistem Teman + acara kapal yang terikat untuk interaksi karakter tambahan, dan pertempuran hybrid yang bisa terasa sedikit membosankan dan mirip Tales dan Dynasty Warriors. Terdapat masalah polish terkait anggaran, konteks cerita dan sumber, pertempuran yang berulang, dan progresi yang tidak memuaskan.

Tips Membeli untuk Pemain Indonesia: siapkan diri untuk kecewa — jika Anda tahu materi aslinya, sebaiknya tetapkan harapan Anda rendah terhadap versi yang buruk. Untuk penggemar manga/anime Eden Zero yang tidak mengetahui materi asli, disarankan menonton anime atau membaca manga terlebih dahulu, karena pengalamannya jauh lebih baik. Jika Anda tertarik pada gameplay (dan bukan materi asli), saya sarankan menunggu diskon besar atau melewati sama sekali. Untuk penggemar Hiro Mashima yang mengumpulkan adaptasi dari karya-karyanya, hanya sistem Blue Garden flight dan Friends yang mungkin layak sebagai konten; jika tidak, sisa permainan mengecewakan. Untuk penggemar JRPG berkualitas yang mencari alternatif, kami menilai Trails in the Sky Bab I dengan nilai 10/10, Digimon Story Cyber Sleuth dengan 8/10, dan FFTactics Ivalice Chronicles dengan 9/10. Ini adalah rekomendasi yang lebih baik. Eden Zero adalah contoh utama dari gagal adaptasi anime meskipun memiliki materi sumber yang bagus. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan penggemar tidak cukup untuk menutupi anggaran yang ketat dan animasi yang buruk.